RABU (24/8) empat tahun lalu, sosok baru di Highbury mendapat perhatian luar biasa. Setelah menjalani debut pertandingan di Premiership seminggu sebelumnya, pemain yang masih terhitung bau kencur itu, membuat geger seluruh stadion keramat Arsenal itu.
Bagaimana tidak, ia mampu menceploskan bola ke jala gawang Brad Friedel untuk menggenapi kemenangan The Gunners malam itu 3-0 atas Blackburn Rovers. Bukan apa-apa, masalahnya yang terdaftar dalam scoresheet adalah anak muda yang baru berusia 16 tahun 177 hari!. Ia pun melengkapi daftar pemain termuda milik Arsenal yang mampu menjalani debut di usia sangat muda.
Saat itu, pada menit ke-58, gelandang muda Arsenal, Fransesc Fabregas mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Brad Friedel. Berawal dari sepak pojok Robert Pires, Gilberto Silva yang tidak terkawal menyundul bola dengan akurat. Tapi, bola itu masih bisa diantisipasi Friedel. Bola terpental, tepat ke arah Cesc yang berdiri di mulut gawang. Dengan spontan, dia sundul bola itu, dan meluncur mulus ke gawang Friedel untuk kedua kalinya.
Memiliki skil individu mumpuni dengan visi permainan yahud menjadi modal seorang Cesc menapaki dunia sepakbola profesional. Dilahirkan di lingkungan kota sepakbola, Catalan, Cesc kecil mampu berkembang menjadi pesepakbola komplet. Kaki kanan maupun kirinya sama baiknya dalam mengirim umpan maupun tendangan canon ball-nya yang khas. Cocoran kepalanya juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Ditambah kemampuannya dalam menjaga lebar lapangan, membuat Cesc jadi sosok penting meski masih berusia 20 tahun!.
“Dia sudah jadi elemen penting di tim ini, meski masih muda namun ia sangat berpengalaman, hanya cederalah yang bisa mengganggu penampilannya,”tegas sang arsitek The Gunners, Arsene Wenger.
Pujian serupa juga dilontarkan sang mentor Thierry Henry. Ia menyebut Cesc sebagai peluru nyata alias The Real Gun untuk Arsenal dalam 809 tahun ke depan. “Jika ia mampu bertahan, Arsenal bakal memetik buahnya. Di sangat tajam dalam hal visi, akurat dalam membaca situasi dan begitu tenang layaknya pemain sudah senior,”ujar striker yang kini merumput di Barcelona ini.
Seniornya di timnas Spanyol Raul Gonzales bahkan menyebut, kekuatan Spanyol nanti pada Euro 2008 satu di antaranya terletak pada keratifitas sang jenderal lapangan tengah, Fabregas. Bersama Xavi, ia diharapkan mampu mengatur ritme permainan dan menciptakan ruang bagi siapapun striker yang ada di depan baik itu Fernando Torres, Raul Gonzales, Fernando Morientes, Bojan Krkic maupun David Villa. “Bahkan aku senang jika ada Bojan dan Cesc bersamaku, ledakan anak muda mereka berdua jelas menjadi kekuatan sendiri, tentu harus ada penyeimbang pemain senior,”tegas kapten Los Merengues ini.
Tak heran jika ia pun kini mendapat julukan khusus sebagai meteor matador baru Spanyol. Gabungan meteor dan matador semakin menegaskan jika sosok Cesc memang memiliki sifat keduanya, selalu panas dan siap menerima tantangan.
Mendapat pujian setinggi langit dari para seniornya tidak membuat Cesc tinggi hati. “Aku terasa terbang mendapat puji seperti itu, tapi aku adalah Cesc, dan aku tidak akan berubah sebelum waktunya, tetap ingin selalu di bawah, bermain dengan hati dan nuansa mudaku,”ujar Cesc.
Ucapannya selalu dibuktikan di lapangan. Jiwa mudanya yang sering meledak- ledak tergambar pada kemampuannya untuk terus menjelajahi wilayah tengah Arsenal, seolah tanpa lelah. “Dia berjuang untuk membuka ruang, kalau ada kesempatan barulah ia mengeluarkan tendangan mematikannya, senang bersama dengannya,”tutur Alexander Hleb, kompatrior Cesc di Arsenal.
Musim ini pun penampilannya semakin yahud. Pemuda kelahiran 4 Mei 1987 ini mampu membawa skuad Arsenal bersaing dengan Manchester United di papan atas Premiership. Tidak hanya itu, meedweek ini, satu gol persembahan pemain bernomor punggung 4 ini ke jala AC Milan, membawa Emirates Gank menuju bakal perempatfinal Liga Champions 2007/2008. “Tak terbantahkan, dia memang bagian penting, dan itu membuat kami berpikir sejuta kali untuk menjualnya ke klub lain,”tegas Wenger. Pelan namun pasti, Cesc menjawab tantangan sang monsiur Prancis itu. (persda network/nurfahmi)
Biodata:
Nama: Francesc Fàbregas Soler
Lahir: Arenys de Mar Spanyol, 4 Mei 1987
Postur: 175 cm/70 kg
Posisi: Tengah
Klub sekarang: Arsenal
No. Punggung: 4
Debut Premiership: 15 Agustus 2004 vs Everton
Gol pertama Premiership: 25 Agustus 2004 vs Blackburn
Tahun Klub Tampil/gol
2003- Arsenal 184/26
Timnas Spanyol
2006- 23
Gelar:
-pemain terbaik Piala Dunia U-17 tahun 2003
-FA Cup: 2005
FA Community Shield: 2004
-runner up UEFA Champions League: 2005-06
-runner up League Cup: 2006-07
-runner up FA Community Shield: 2005
-runner up 2003 FIFA U-17 World Championship
-UEFA Team of the Year: 2006
-Bravo Trophy :2006
-FA Premier League Player of the Month: January 2007, dan September 2007
~Pangeran Emirates~
INI sebenarnya julukan tidak resmi dari para penggemar The Gunners. Di tengah sulitnya mencari sosok pemain yang mampu mengangkat moral pemain secara permanen dan tidak anging-anginan, muncullah nama Cesc Fabregas.
Meski sempat tersaingi Emanuel Adebayor, namun sosok mantan pemain junior Barcelona ini sudah mendarat di hati fasn Arsenal sejak markas masih di Highbury. “Ia pemain yang stabil, selalu bersemangat dan kami berharap ia bisa bertahan selamanya di sini,”tutur John Edward, seorang fans Arsenal di situs klub.
Keinginan para penggemar pun dijawab langsung sang Matador. “Saat ini aku masih senang di sini dan aku harus menghormati kontrak sampai 2014, dan lagian tidak ada satupun alasan aku harus meninggalkan klub ini, London pun kota yang sangat menyenangkan,”ujar Cesc.
Keseriusan pemain serbabisa ini ditunjukkan sejak kedatangannya di Higbury lima tahun silam. Ia sangat rajin dan tak pernah lelah belajar untuk menyusu pada sosok Patrick Vieira, Edu dan Gilberto Silva. Hasilnya?bisa ditebak saat ini. Cesc mampu mengejewantahkan dominasi lapangan tengah Arsenal. Gaya bermainnya pun mengadopsi penuh tiga pemain besar yang menjadi mentornya itu. (persda network/nurfahmi)
~Ingin Spanyol Juara~
ADA satu ambisi yang selama ini belum pernah tergapai sosok Cesc di lingkup timnas. Yup, dalam hal yang satu ini nasib Cesc sepertinya memang belum terlalu beruntung. Ia nyaris menjadi jawara dunia U-21 tahun 2003 lalu, namun impiannya musnah di babak final.
Karena itulah, begitu dipercaya menjadi bagian tak terpisahkan dari timnas Matador, Cesc mencanangkan gelar juara pada putaran final Euro 2008 nanti. “Itu harga mati, dan aku ingin mendapatkannya secara normal, itu jelas jadi kebanggaan dalam karirku,”tegas Fabregas.
Setelah Euro, ia pun mengincar gelar juara dunia yang lama tidak diraih Spanyol. Di tahun 2014-lah dirinya mencanangkan untuk mencapai gelar itu. Saat itu usianya sudah masuk 26 tahun, saat yang tepat untuk merengkuh gelar juara dunia. “Tapi kalau memang bisa di 2010 kenapa tidak, itu justru semakin bagus, semakin cepat jelas semakin nikmat,”tutur pemain yang selalu diincar Real Madrid dan Juventus ini. (persda network/nurfahmi)
~Tetap Cinta Catalan~
IA sempat sakit hati tatkala dibuang secara “tidak sopan” oleh Barcelona ke Arsenal. Dianggap tidak bisa bersaing karena memiliki tubuh dan kaki yang belum sempurna. Cesc muda harus mengadu nasih ke London, kota yang sama sekali tidak ada dalam bayangannya. Pasalnya, dalam bayangan hidupnya, membela Barcelona adalah impiannya kelak. Tentu sebuah kebanggaan tatkala anak dari sebuah keluarga pas-pasan bisa membela klub kebanggan Catalonia, Barcelona.
Sayang impiannya itu pupus saat ia harus terbang ke Arsenal. Namun ternyata Barcelona dan Catalan tetap membekas di hati Cesc, apalagi keluarga besarnya masih berada di sana. Karena itulah, ia berharap suatu saat ia bisa bermain di Camp Nou.
“Aku ingin bermain di sana, tapi tidak untuk saat ini, yang jelas aku ingin mengabdikan duniaku pada Barcelona, ia tetap dan selalu ada di benak dan hatiku, aku masih cinta Catalan dan Barcelona, karena itulah suatu saat nanti di penghujung karirku aku bisa memperkuat Barca,”ungkap Cesc.
Belum ada respon bagaimana Arsenal mendengar apa yang dilontarkan Cesc. Jika pun memang dijual, Arsenal memasang harga yang memang sangat fantastis. Angkanya nyaris berada di level Rp3 triliun!.
~Dibalik Angka 4~
ADA yang aneh pada pemilihan permanen nomor punggung 4 di kostum Arsenal bernama Cesc Fabregas. Ternyata ada beberapa nilai filosofis yang tergambar di balik pemilihan angka itu.
Pertama angka 4 merujuk pada tanggal lahirnya, 4 Mei 1987. Kedua, angka ini dianggap sebagai keberuntungan Cesc untuk tidak cedera parah dalam suatu pertandingan dan simbol kekuatan tendangan.
Tidak hanya itu, angka 4 adalah bentuk penghormatan pada sang mentornya di lapangan tengah Arsenal, siapa lagi kalau bukan Patrick Vieira dan jenderal lapangan tengah Barcelona Josep Guardiola. “Mereka a mentorku, mentor yang sangat berjasa atas semua perkembangan permainanku, dan aku sangat menghormati mereka,”ujar Cesc. (persda network/nurfahmi)
~Mirip Kaka~
TALENTA besar, kaya, ganteng dan seabreg julukan lainnya tentu sangat pantas untuk sosok Cesc. Untuk yang satu ini, ia pun kerap disamakan dengan pemain AC Milan, Ricardo Kaka Izecson.
Dalam hal cewek, Cesc sepertinya memang meretas jalan Kaka. Tanpa banyak konflik dan masalah, ia pun menjalani hubungannya dengan Clara. Kekasihnya itupun seperti sudah tahu diri, enggan bercampur dengan golongan WAGs lainnya. Tak heran jika sosok Clara nyaris tidak pernah menjadi sorota kamera dan incaran fotografer.
“Aku sangat cinta dia, karena itulah kami memutuskan untuk berada di London bersama di sebuah apartemen yang dekat dengan tempat latihanku,”cetus Cesc. Ia pun enggan menikah secepatnya. “Aku ingin nikah pada umur 28 tahun, itu saja,”imbuhnya pendek. (persda network/nurfahmi)

Bagaimana tidak, ia mampu menceploskan bola ke jala gawang Brad Friedel untuk menggenapi kemenangan The Gunners malam itu 3-0 atas Blackburn Rovers. Bukan apa-apa, masalahnya yang terdaftar dalam scoresheet adalah anak muda yang baru berusia 16 tahun 177 hari!. Ia pun melengkapi daftar pemain termuda milik Arsenal yang mampu menjalani debut di usia sangat muda.
Saat itu, pada menit ke-58, gelandang muda Arsenal, Fransesc Fabregas mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Brad Friedel. Berawal dari sepak pojok Robert Pires, Gilberto Silva yang tidak terkawal menyundul bola dengan akurat. Tapi, bola itu masih bisa diantisipasi Friedel. Bola terpental, tepat ke arah Cesc yang berdiri di mulut gawang. Dengan spontan, dia sundul bola itu, dan meluncur mulus ke gawang Friedel untuk kedua kalinya.
Memiliki skil individu mumpuni dengan visi permainan yahud menjadi modal seorang Cesc menapaki dunia sepakbola profesional. Dilahirkan di lingkungan kota sepakbola, Catalan, Cesc kecil mampu berkembang menjadi pesepakbola komplet. Kaki kanan maupun kirinya sama baiknya dalam mengirim umpan maupun tendangan canon ball-nya yang khas. Cocoran kepalanya juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Ditambah kemampuannya dalam menjaga lebar lapangan, membuat Cesc jadi sosok penting meski masih berusia 20 tahun!.
“Dia sudah jadi elemen penting di tim ini, meski masih muda namun ia sangat berpengalaman, hanya cederalah yang bisa mengganggu penampilannya,”tegas sang arsitek The Gunners, Arsene Wenger.
Pujian serupa juga dilontarkan sang mentor Thierry Henry. Ia menyebut Cesc sebagai peluru nyata alias The Real Gun untuk Arsenal dalam 809 tahun ke depan. “Jika ia mampu bertahan, Arsenal bakal memetik buahnya. Di sangat tajam dalam hal visi, akurat dalam membaca situasi dan begitu tenang layaknya pemain sudah senior,”ujar striker yang kini merumput di Barcelona ini.
Seniornya di timnas Spanyol Raul Gonzales bahkan menyebut, kekuatan Spanyol nanti pada Euro 2008 satu di antaranya terletak pada keratifitas sang jenderal lapangan tengah, Fabregas. Bersama Xavi, ia diharapkan mampu mengatur ritme permainan dan menciptakan ruang bagi siapapun striker yang ada di depan baik itu Fernando Torres, Raul Gonzales, Fernando Morientes, Bojan Krkic maupun David Villa. “Bahkan aku senang jika ada Bojan dan Cesc bersamaku, ledakan anak muda mereka berdua jelas menjadi kekuatan sendiri, tentu harus ada penyeimbang pemain senior,”tegas kapten Los Merengues ini.
Tak heran jika ia pun kini mendapat julukan khusus sebagai meteor matador baru Spanyol. Gabungan meteor dan matador semakin menegaskan jika sosok Cesc memang memiliki sifat keduanya, selalu panas dan siap menerima tantangan.
Mendapat pujian setinggi langit dari para seniornya tidak membuat Cesc tinggi hati. “Aku terasa terbang mendapat puji seperti itu, tapi aku adalah Cesc, dan aku tidak akan berubah sebelum waktunya, tetap ingin selalu di bawah, bermain dengan hati dan nuansa mudaku,”ujar Cesc.
Ucapannya selalu dibuktikan di lapangan. Jiwa mudanya yang sering meledak- ledak tergambar pada kemampuannya untuk terus menjelajahi wilayah tengah Arsenal, seolah tanpa lelah. “Dia berjuang untuk membuka ruang, kalau ada kesempatan barulah ia mengeluarkan tendangan mematikannya, senang bersama dengannya,”tutur Alexander Hleb, kompatrior Cesc di Arsenal.
Musim ini pun penampilannya semakin yahud. Pemuda kelahiran 4 Mei 1987 ini mampu membawa skuad Arsenal bersaing dengan Manchester United di papan atas Premiership. Tidak hanya itu, meedweek ini, satu gol persembahan pemain bernomor punggung 4 ini ke jala AC Milan, membawa Emirates Gank menuju bakal perempatfinal Liga Champions 2007/2008. “Tak terbantahkan, dia memang bagian penting, dan itu membuat kami berpikir sejuta kali untuk menjualnya ke klub lain,”tegas Wenger. Pelan namun pasti, Cesc menjawab tantangan sang monsiur Prancis itu. (persda network/nurfahmi)
Biodata:
Nama: Francesc Fàbregas Soler
Lahir: Arenys de Mar Spanyol, 4 Mei 1987
Postur: 175 cm/70 kg
Posisi: Tengah
Klub sekarang: Arsenal
No. Punggung: 4
Debut Premiership: 15 Agustus 2004 vs Everton
Gol pertama Premiership: 25 Agustus 2004 vs Blackburn
Tahun Klub Tampil/gol
2003- Arsenal 184/26
Timnas Spanyol
2006- 23
Gelar:
-pemain terbaik Piala Dunia U-17 tahun 2003
-FA Cup: 2005
FA Community Shield: 2004
-runner up UEFA Champions League: 2005-06
-runner up League Cup: 2006-07
-runner up FA Community Shield: 2005
-runner up 2003 FIFA U-17 World Championship
-UEFA Team of the Year: 2006
-Bravo Trophy :2006
-FA Premier League Player of the Month: January 2007, dan September 2007
~Pangeran Emirates~
INI sebenarnya julukan tidak resmi dari para penggemar The Gunners. Di tengah sulitnya mencari sosok pemain yang mampu mengangkat moral pemain secara permanen dan tidak anging-anginan, muncullah nama Cesc Fabregas.
Meski sempat tersaingi Emanuel Adebayor, namun sosok mantan pemain junior Barcelona ini sudah mendarat di hati fasn Arsenal sejak markas masih di Highbury. “Ia pemain yang stabil, selalu bersemangat dan kami berharap ia bisa bertahan selamanya di sini,”tutur John Edward, seorang fans Arsenal di situs klub.
Keinginan para penggemar pun dijawab langsung sang Matador. “Saat ini aku masih senang di sini dan aku harus menghormati kontrak sampai 2014, dan lagian tidak ada satupun alasan aku harus meninggalkan klub ini, London pun kota yang sangat menyenangkan,”ujar Cesc.
Keseriusan pemain serbabisa ini ditunjukkan sejak kedatangannya di Higbury lima tahun silam. Ia sangat rajin dan tak pernah lelah belajar untuk menyusu pada sosok Patrick Vieira, Edu dan Gilberto Silva. Hasilnya?bisa ditebak saat ini. Cesc mampu mengejewantahkan dominasi lapangan tengah Arsenal. Gaya bermainnya pun mengadopsi penuh tiga pemain besar yang menjadi mentornya itu. (persda network/nurfahmi)
~Ingin Spanyol Juara~
ADA satu ambisi yang selama ini belum pernah tergapai sosok Cesc di lingkup timnas. Yup, dalam hal yang satu ini nasib Cesc sepertinya memang belum terlalu beruntung. Ia nyaris menjadi jawara dunia U-21 tahun 2003 lalu, namun impiannya musnah di babak final.
Karena itulah, begitu dipercaya menjadi bagian tak terpisahkan dari timnas Matador, Cesc mencanangkan gelar juara pada putaran final Euro 2008 nanti. “Itu harga mati, dan aku ingin mendapatkannya secara normal, itu jelas jadi kebanggaan dalam karirku,”tegas Fabregas.
Setelah Euro, ia pun mengincar gelar juara dunia yang lama tidak diraih Spanyol. Di tahun 2014-lah dirinya mencanangkan untuk mencapai gelar itu. Saat itu usianya sudah masuk 26 tahun, saat yang tepat untuk merengkuh gelar juara dunia. “Tapi kalau memang bisa di 2010 kenapa tidak, itu justru semakin bagus, semakin cepat jelas semakin nikmat,”tutur pemain yang selalu diincar Real Madrid dan Juventus ini. (persda network/nurfahmi)
~Tetap Cinta Catalan~
IA sempat sakit hati tatkala dibuang secara “tidak sopan” oleh Barcelona ke Arsenal. Dianggap tidak bisa bersaing karena memiliki tubuh dan kaki yang belum sempurna. Cesc muda harus mengadu nasih ke London, kota yang sama sekali tidak ada dalam bayangannya. Pasalnya, dalam bayangan hidupnya, membela Barcelona adalah impiannya kelak. Tentu sebuah kebanggaan tatkala anak dari sebuah keluarga pas-pasan bisa membela klub kebanggan Catalonia, Barcelona.
Sayang impiannya itu pupus saat ia harus terbang ke Arsenal. Namun ternyata Barcelona dan Catalan tetap membekas di hati Cesc, apalagi keluarga besarnya masih berada di sana. Karena itulah, ia berharap suatu saat ia bisa bermain di Camp Nou.
“Aku ingin bermain di sana, tapi tidak untuk saat ini, yang jelas aku ingin mengabdikan duniaku pada Barcelona, ia tetap dan selalu ada di benak dan hatiku, aku masih cinta Catalan dan Barcelona, karena itulah suatu saat nanti di penghujung karirku aku bisa memperkuat Barca,”ungkap Cesc.
Belum ada respon bagaimana Arsenal mendengar apa yang dilontarkan Cesc. Jika pun memang dijual, Arsenal memasang harga yang memang sangat fantastis. Angkanya nyaris berada di level Rp3 triliun!.
~Dibalik Angka 4~
ADA yang aneh pada pemilihan permanen nomor punggung 4 di kostum Arsenal bernama Cesc Fabregas. Ternyata ada beberapa nilai filosofis yang tergambar di balik pemilihan angka itu.
Pertama angka 4 merujuk pada tanggal lahirnya, 4 Mei 1987. Kedua, angka ini dianggap sebagai keberuntungan Cesc untuk tidak cedera parah dalam suatu pertandingan dan simbol kekuatan tendangan.
Tidak hanya itu, angka 4 adalah bentuk penghormatan pada sang mentornya di lapangan tengah Arsenal, siapa lagi kalau bukan Patrick Vieira dan jenderal lapangan tengah Barcelona Josep Guardiola. “Mereka a mentorku, mentor yang sangat berjasa atas semua perkembangan permainanku, dan aku sangat menghormati mereka,”ujar Cesc. (persda network/nurfahmi)
~Mirip Kaka~
TALENTA besar, kaya, ganteng dan seabreg julukan lainnya tentu sangat pantas untuk sosok Cesc. Untuk yang satu ini, ia pun kerap disamakan dengan pemain AC Milan, Ricardo Kaka Izecson.
Dalam hal cewek, Cesc sepertinya memang meretas jalan Kaka. Tanpa banyak konflik dan masalah, ia pun menjalani hubungannya dengan Clara. Kekasihnya itupun seperti sudah tahu diri, enggan bercampur dengan golongan WAGs lainnya. Tak heran jika sosok Clara nyaris tidak pernah menjadi sorota kamera dan incaran fotografer.
“Aku sangat cinta dia, karena itulah kami memutuskan untuk berada di London bersama di sebuah apartemen yang dekat dengan tempat latihanku,”cetus Cesc. Ia pun enggan menikah secepatnya. “Aku ingin nikah pada umur 28 tahun, itu saja,”imbuhnya pendek. (persda network/nurfahmi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar